ANGSA BULU TERKEPANG

 

 

A fiction by J. Nicholas Ruslan

A collaboration editorial with Ethnologi Bali

 


 

 

Di sore itu, sekumpulan angsa sedang terbang membentuk huruf “V” sedang bermigrasi. Mereka datang dari arah utara, menuju selatan. Kumpulan angsa itu terbang melewati sebuah pulau. Di pulai itu, di depan rumah, di bawah atap kayu, dengan cahaya sore mendarat di kulit PUTRI (25). Rambut hitam panjangnya tergerai memunggungi RANI (25), yang sedang mengepangnya.


That afternoon a wedge of swans, flying in a ‘V’, is migrating. They come from the north, heading to south. Those swans fly over an island. In that island, in front of the house, under the wooden roof, the sunbeams touch PUTRI’s (25) skin. Her long black hair back to RANI (25), who is braiding it.

 

 

PUTRI: "Kamu percaya reinkarnasi?"

RANI: "Hmm.. belum pernah terpikirkan olehku.. tapi mungkin iya disaat aku mulai dekat dengan kematianku.. haha.."

PUTRI: "Hahaha.. aku ingin reinkarnasi menjadi angsa.."

RANI: "Angsa?"

PUTRI melihat ke atas, ke arah formasi “V” migrasi angsa. RANI ikut melihatnya. RANI baru sadar, suara angsa dari kejauhan itu, mereka saling bersorak pada satu sama lain.

 


 

PUTRI: "Do you believe in reincarnation?"

RANI: "Hmm... I have not had a thought about it... but maybe yes, when I am closer to my grave... haha..."

PUTRI: "Hahaha... I want to be reincarnated as a swan..."

RANI: "A swan?"

PUTRI glances up, to the ‘V’ of swans’ migration. RANI follows her gaze. RANI just realizes that the sound of the far away swans, they are cheering at each other.  

 

 

 

PUTRI: “Kamu tau sesuatu tentang angsa?”

RANI: “Tentang bentuk fisiknya dan kenapa mereka terbang membentuk huruf “V” aku tau. Tapi kamu pasti punya imajinasi lebih. Haha. Jadi ceritakan saja padaku.

PUTRI: “Hahaha.”

Seekor angsa yang memimpin formasi migrasi tersebut tiba-tiba mundur, memutar, dan terbang masuk ke formasi “V” paling belakang. Seekor angsa lain menggantikannya lalu memimpin migrasi.

 


 

PUTRI: “Do you know something about swan?”

RANI: “About their physical form and the reason they fly in a ‘V’, those I know. But you must have more imagination. Haha. So please tell me. “

PUTRI: “Hahaha.”

A swan who is leading the formation of the migration suddenly drops back, revolves, and flies in to the backmost of the ‘V’ formation. Another swan moves up to take her place leading the migration. 


 

PUTRI: “Anak angsa ini telah berusaha sekuat tenaga keluar dari cangkangnya yang keras, dimana saat itu otot-ototnya belum pernah digerakkan, ia diancam keluar, jika tidak ia akan mati tanpa merasakan kehidupan, cahaya matahari, angin, bahkan jatuh cinta.

Pada umur 1 tahun, ia pertama kalinya merasakan migrasi. Dengan teman-temannya. Diatas laut, mencari daratan baru. Mereka berpetualang dan berkembang bersama.

Tahun ke-2. Masa kawin. Pasangannya adalah teman lamanya yang sejak lahir sudah bersamanya. Rasa suka muncul pertama kali dari pasangannya, saat melihatnya sedang duduk di air yang tenang. “Saat itu cahaya sore hari sangat pas dengan warna paruhmu, dan bintik-bintik air di sayapmu membuatnya berkilau”. Kata pasangannya malu-malu, mereka saling setia sejak itu.”

Selama itu, seekor angsa yang berada di ujung formasi huruf “V” satunya, terus memandangi angsa yang berada di ujung formasi, yang tadi kelelahan dan mundur itu. Pandangannya tampak khawatir, ia tidak bisa keluar dari formasi, karena nanti ia bisa tertinggal. Ia hanya mampu memerhatikannya, agar ia bisa segera menolongnya jika terjadi apa-apa.

 


 

PUTRI: “This baby swan has been trying her best to get out of her hard shell, where she has never moved her muscles, she is threatened to get out, or she will die without experiencing the life, the sun, the wind, even the love.

At the age of one, she encounters migration for the first time. With her friends. Over the ocean, looking for new land. They adventure and thrive together. “

Second year. Mating season. Her mate is her old friend who has been with her since they were born. The feelings appeared for the first time from her mate when he saw her sitting on the serene water. “That moment, the sunbeams suited the colour of your beak, and the water spots on your wings made it sparkling,” says her mate sheepishly. They have been true ever since.  

 

 

PUTRI: “Kalo kamu? Mau jadi apa?”

RANI: “Hmm.. belum pernah terpikiran juga olehku sih.. hahaha.”

Saat itu, angsa tersebut mengandai, dengan menjadi angin ia bisa mempermudah migrasi teman-temannya, dan bisa terbang lebih dekat dengan angsa pujaannya. Ia hanya bosan terbang di posisinya yang sama terus. Melawan arus angin yang sama. Dan tidak bisa terbang bebas ke arah yang ia mau. Lalu pikirannya kosong.

PUTRI: “Haha memang apa yang selama ini ada dipikiranmu?”

RANI: “Hmmm..”

PUTRI: “Kamu perlu berpikir gila sedikit.”

RANI: “Haha.. mungkin..”

Maka angsa itu melipat sayap dan menjatuhkan diri. Sepersekian detik sebelum ia penuh terjatuh. Ia berdoa ingin menjadi angin.

 


 

PUTRI: “What about you? What do you want to be?”

RANI: “Hmm... I have not had a thought about it... hahaha.”

That moment, the swan wishes to the wind, that being so she could ease her friends’ migration, and she could fly closer to swan of her crush. She is bored to fly in her same position. Facing the same wind flows. And cannot fly freely in the direction that she wants. Then her mind is clear.  

PUTRI: “Haha what has been on your mind?”

RANI: “Hmmm…”

PUTRI: “You need to think a bit wilder.”

RANI: “Haha... perhaps...”

Then the swan folds her wings and flops herself down. A split second before she falls down, she prays wishing to be the wind.


 

RANI: “Anginnya hangat.. tapi tetap bisa bikin masuk angin.. mau masuk?”

PUTRI: “Sebentar lagi.. Biarkan alam lebih menyatu denganku..”

RANI tersenyum lalu lebih mendekatkan dirinya ke PUTRI.

RANI: “Mungkin aku ingin jadi pohon saja.. atau tanah.. atau rumput.. atau mungkin angin di sela-sela rumput itu. Yang hanya sekedar ada di habitatmu. Dan katamu kamu suka alam.”

Angin tiba-tiba berhembus. Menembus baju PUTRI yang dijemur di sebuah ranting pohon, hingga mengenai kedua perempuan itu. Dan kumpulan angsa berbentuk “V” yang bermigrasi itupun juga sudah jauh.

 


 

RANI: “The wind is warm... but still can make us catch a cold... do you want to come in?”

PUTRI: “In a bit... Let the nature become one with myself... “

RANI smiles and pulls herself closer to PUTRI.

RANI: “Maybe I merely want to be a tree... or the ground... or the grass... or maybe the wind between the grasses. Being merely in your habitat. And you said that you liked nature. “

The wind suddenly blows. Running through PUTRI’s clothes that is dried on a tree branch, reaching those two girls. And the wedge of migrating swans have been far away.

 

-fin

 

 

Credits:

Rania Putrisari & Karunia Darma Putri as the swans

Photographed by Sharon Angelia

Styling by Rhea Revren

Beauty by Leeyah

Taken at Ethnologi's Backyard